Langsung ke konten utama

DEMAM DENGUE atau DEMAM BERDARAH DENGUE?

Tau gak sih apa itu DBD? 

Apasih bedanya Demam Dengue (DD) dan Demam Berdarah Dengue (DBD)? 

Jadi mana nih sebutan yang bener jika mengalami demam tinggi? DBD atau DD?

Seperti yang kita tau DBD bisa menyerang semua orang tetapi lebih sering menyerang anak/bayi. Tapi sudahkah kita paham apa itu penyakit DBD? Tanda-tandanya dan bagaimana cara penangannya? Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh virus dari genus Flavivirus, famili Flaviviridae dengan perantaraan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Terdapat 4 jenis virus DBD yaitu DEN 1 sampai 4, dimana DEN 3 merupakan jenis virus yang beresiko menyebabkan kasus berat (Verhagen & Groot, 2014). Biasanya seseorang yang sudah terinfeksi 1 serotipe virus memiliki kekebalan jangka panjang terhadap virus yang sama. Namun, tidak menutup kemungkinan bisa terinfeksi hingga 4 kali oleh jenis virus yang berbeda (Singh & Rawat, 2017).
Lalu apasih bedanya Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan Demam Dengue (DD)? Berdasarkan tanda-tanda yang terlihat Demam Berdarah Dengue memiliki gejala demam tinggi yang mendadak, biasanya berlangsung selama 2-7 hari, suhu bisa naik turun dan bisa mencapai 40oC (jika pada bayi bisa terjadi kejang), disamping demam disertai juga perdarahan biasanya pada kulit dan disertai pembesaran hati, tanda seperti anoreksia, nyeri kepala, nyeri otot, dan mual muntah juga bisa ditemukan pada penderita DBD, penderita juga bisa mengeluhkan nyeri telan. Sedangkan pada Demam Dengue (DD) memiliki sedikit perbedaan pada gejalanya seperti demam tinggi mendadak, nyeri kepala berat, nyeri belakang bola mata, nyeri otot dan sendi, mual muntah, dan timbul ruam (biasanya 1-2 hari). Nah jad itu bedanya. Kalau bisa disimpulkan sih DBD itu lebih parah daripada DD karena DBD disertai dengan pendarahan sedangkan DD tidak. Gimana nih sudah paham kan?
Terus apasih yang bisa menyebabkan DBD? Dari sumber yang saya baca, berdasarkan hasil penelitian di wilayah Puskesmas I Denpasar Selatan ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan DBD salah satunya adanya tempat ibadah. Dimana di Denpasar di tempat penyimpanan tirta dari jun tandeg yang bahan bakunya dari tanah ditemukan larva Aedes aegypti sejumlah 39 larva, di tempat tirta dari aluminium terdapat larva Aedes aegypti sejumlah 3 larva sedangkan di tempat tirta dari toples tidak ditemukan larva Aedes aegypti. Hasil penelitian tersebut sesuai dengan penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya dimana tempat perkembanganbiakan nyamuk Aedes Aegypti paling banyak terdapat pada bak mandi, kemudian diikuti gentong, bak WC, tempayan, ember dan tempat wudhu. (Suyasa, Putra, & Aryanta, 2008)
            Pada penelitian yang dilakukan di Balai Litbang, Kalimantan Selatan ternyata kurangnya pengetahuan pada masyarakat juga mempengaruhi demam berdarah dengue. Mana buktinya? Berdasarkan pengisian kuesioner mengenai penyebab DBD dan cara penularannya, dari 100 responden hanya 1% yang menjawab penyebab penyakit DBD adalah virus dengue sedangkan kategori pertanyaan penularan penyakit DBD hanya 28% yang mengetahui bahwa nyamuk penular penyakit demam berdarah hidup pada air yang bersih. Perilaku masyarakat yang masih cenderung negatif yang bisa dilihat dari 100 responden hanya 20 orang yang melakukan 3M plus dan 31 orang menutup tempat penyimpanan air bersih dengan rapat. Tingkat pengetahuan juga disangkutkna dengaan pendidikan, pekerjaan dan pendapatan dari responden yang sebagian besar adalah tamatan SD sebesar 46 responden (46%), pekerjaan terbanyak adalah pegawai swasta sebesar 39 (39%), dengan tingkat pengeluaran ekonomi terbanyak dari responden adalah Rp. 1.000.000,- s/d Rp. 2.000.000,-. (Waris & Yuana, 2013)
              Sudahkan kita tahu banyak sekali tumbuhan yang memiliki khasiat yang sangat bagus untuk tubuh kita? Ini nih salah satunya. Daun Jambu Biji dan Angkak. Berdasarkan penelitian di RS Dr.M Djamil Padang adanya khasiat pada daun jambu biji (Psidium Guajava Linn.) dan angkak (Monascus Purpureus) dalam meningkatkan trombosit pada penderita DBD dengan nilai p<0.05 (p=0,0120). Dimana senyawa tannin dan flavonoid pada daun jambu biji dapat menghambat replikasi virus dengue. (Muharni, 2011).  
            Lalu apakah harus sakit terlebih dahulu? Tidak. Pasti kita sering mendengar “Lebih Baik Mencegah daripada Mengobati” iya kan? Nah, ada beberapa cara nih untuk mencegah agar kita, teman-teman kita dan orang-orang yang kita sayangi tidak terkena DBD. Cara ini bukan berarti menjamin 100% tidak bisa terkena lho. Seperti yang sudah saya paparkan diatas mengenai masih rendahnya pengetahuan masyarakat tentang DBD kita bisa mulai mencegah dengan penyuluhan kesehatan, yang menggunakan media powerpoint dan leaflet dapat untuk mempengaruhi perilaku masyarakat. Hal ini dibuktikan langsung oleh penelitian dimana penyuluhan menggunakan powerpoint dan leaflet bisa mempengaruhi perilaku masyarakat. Pada kelompok yang diberikan penyuluhan terdapat nilai p<0,001 yang berarti terjadi perbedaan bermakna. Hal tersebut berarti membuktikan tingkat pengetahuan, sikap dan praktik setelah mendapat penyuluhan kesehatan lebih tinggi daripada sebelum mendapat penyuluhan kesehatan. (Kusumawardani, 2012)

 Nah semoga tulisan saya bermanfaat ya ☺ 

Semoga kita lebih peduli terhadap kesehatan kita dan orang-orang yang kita sayangi. Kalau kita belum bisa menyayangi diri kita sendiri yakin mau sayang sama orang lain? ❤

jangan lupa kepo-in terus blog ini yaaa.. karna akan ada informasi-informasi menarik yang gak boleh dilewatin. see you 👋👋


REFERENSI :

Kusumawardani, E. (2012). PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP DAN PRAKTIK IBU DALAM PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK. 1-61.
Muharni, S. (2011). EFFECT OF THE USE OF SUPPLEMENTS PSIDII FOLIUM EXTRACT (PSIDIUM GUAJAVA LINN.) AND RED FERMENTED RICE (MONASCUS PURPUREUS) IN INCREASE OF TROMBOCYTES AT DENGUE HEMORRHAGIC FEVER (DHF) SCIENCE IN THE INSTALLATION OF DISEASE IN HOSPITAL DR. M. DJAMIL PADANG. 1-21.
Singh, P. K., & Rawat, P. (2017). Evolving herbal formulations in management of dengue fever. Journal of Ayurveda and Integrative Medicine, 1-4.
Suyasa, I. G., Putra, N. A., & Aryanta, I. R. (2008). Hubungan Faktor Lingkungan dan Perilaku Masyarakat dengan Keberadaan Vektor Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas I Denpasar Selatan. ECOTROPHIC, 3, 1-6.
Verhagen, L. M., & Groot, R. d. (2014, july 18). Dengue in children. Journal of Infection, 1-10.
Waris, L., & Yuana, W. T. (2013, June 3). People's knowledge and behavior to Dengue Hemorrhagic Fever in Batulicin subdistrict, Tanah Bumbu District Kalimantan Selatan Province. Jurnal Epidemiologi dan Penyakit Bersumber Binatang, 4, 144-149

Komentar